Galaxy S24 dan S25 Dikeluhkan Boros Baterai Setelah One UI 9
Sejak One UI 9 meluas ke flagship Samsung yang lebih lama pada pertengahan Oktober 2026, sejumlah pemilik Galaxy S24 dan S25 mulai mengeluhkan baterai HP mereka yang terasa jauh lebih boros dari

Sejak One UI 9 meluas ke flagship Samsung yang lebih lama pada pertengahan Oktober 2026, sejumlah pemilik Galaxy S24 dan S25 mulai mengeluhkan baterai HP mereka yang terasa jauh lebih boros dari biasanya. Keluhan itu muncul di forum komunitas dan media teknologi, dengan cerita yang cukup mirip: HP yang sebelumnya bisa dipakai seharian kini harus sering diisi daya, padahal pola pemakaiannya tidak banyak berubah.
Laporan ini pertama kali disorot 9to5Google pada 22 Oktober 2026, lalu diikuti Tech Advisor pada 30 Oktober 2026 dan Gadget Hacks pada 2 November 2026. Ketiganya merujuk pada keluhan pengguna di forum Samsung dan Reddit, bukan pada hasil uji laboratorium. Karena itu, baca artikel ini sebagai kabar soal laporan pengguna, bukan vonis bahwa setiap HP yang diperbarui pasti bermasalah.
Apa yang Dikeluhkan Pemilik Galaxy S24 dan S25 Setelah One UI 9
Salah satu cerita yang paling sering dikutip datang dari pemilik Galaxy S25 yang mengaku harus mengisi daya 3 sampai 4 kali sehari setelah One UI 9. Untuk HP flagship yang biasanya cukup diisi sekali sehari, angka itu tentu terasa janggal, apalagi kalau pemakaian hariannya masih sama seperti sebelum update.
Kasus lain yang tidak kalah mencolok datang dari pemilik Galaxy S24 Ultra. Ia melaporkan HP-nya kehilangan 95 persen daya hanya dalam 5 jam 20 menit, dengan waktu layar menyala sekitar 3 jam 15 menit. Cerita ini dikutip Gadget Hacks dalam penjelasannya soal keluhan baterai setelah pembaruan, dan menjadi salah satu contoh paling ekstrem yang beredar di komunitas.
Ada juga pemilik S24 Ultra yang ceritanya sedikit berbeda. Ia menyebut baterainya masih terasa normal setelah pembaruan pada 14 Oktober, lalu memburuk sekitar seminggu kemudian. Pola seperti ini membingungkan, karena tidak semua orang merasakan penurunan di hari yang sama.
Di luar tiga cerita itu, laporan soal One UI 9 yang beredar umumnya punya benang merah yang sama: baterai turun lebih cepat saat HP dipakai biasa, kadang disertai HP yang terasa lebih hangat, dan pengguna merasa harus membawa charger ke mana-mana.
Seberapa Luas Keluhan Baterai One UI 9 Ini?
Ini bagian yang penting untuk diluruskan. 9to5Google menegaskan laporan ini tidak meluas, dan sejumlah pemilik lain justru mengaku tidak merasakan penurunan baterai sama sekali setelah memperbarui HP mereka. Artinya, keluhan yang ramai dibicarakan di forum belum tentu mewakili pengalaman mayoritas pemilik S24 dan S25.
Perlu diingat, forum komunitas cenderung mengumpulkan cerita dari orang yang sedang bermasalah, sementara pengguna yang HP-nya baik-baik saja jarang menulis laporan. Jadi, ramainya keluhan di satu utas forum tidak otomatis berarti semua unit terdampak, dan tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan bahwa One UI 9 cacat bawaan.
Sampai sekarang, belum ada data resmi soal berapa banyak unit yang terdampak atau model mana yang paling sering dilaporkan. Tanpa data itu, sikap paling aman adalah menganggap laporan ini sebagai sinyal untuk diperiksa, bukan sebagai kepastian.
Konteks peluncurannya juga perlu kamu ketahui. Pembaruan ini sebelumnya sudah lebih dulu menyapa perangkat lain, seperti yang terlihat dari kabar awal rilisnya untuk HP Samsung Galaxy seri A dan M serta perluasannya ke tablet Galaxy dan HP murah. Jadi, keluhan baterai di S24 dan S25 muncul di tengah peluncuran bertahap, bukan di hari pertama pembaruan diumumkan.
Apa Kata Samsung Sejauh Ini?
Sejauh ini, Samsung baru merespons satu kasus, yaitu dengan menghubungi pemilik S24 Ultra yang melaporkan penurunan baterai ekstrem untuk diarahkan ke servis. Respons itu bersifat penanganan per kasus, bukan pengumuman resmi untuk semua pengguna.
Yang belum ada adalah konfirmasi dari Samsung bahwa ada cacat luas pada pembaruan ini, atau pengumuman perbaikan khusus untuk masalah baterai tersebut. Tech Advisor juga mencatat belum adanya pernyataan luas dari Samsung soal penurunan daya setelah One UI 9, sehingga pengguna sebaiknya tidak menunggu patch khusus yang belum dijanjikan.
Penjelasan resmi sejauh ini masih sebatas hal yang umum terjadi setelah pembaruan besar: sistem membutuhkan masa optimasi pasca-update, dan selama masa itu konsumsi daya bisa naik sementara karena HP sedang mengindeks ulang dan menyesuaikan aplikasi dengan sistem baru. Penjelasan ini masuk akal untuk sebagian kasus, tapi tidak otomatis menjelaskan semua keluhan, terutama yang muncul seminggu setelah update atau yang penurunan dayanya sangat ekstrem.
Karena itu, kalau kamu merasakan baterai lebih boros, langkah paling masuk akal bukan langsung menyimpulkan HP kamu rusak, melainkan memeriksa dulu apa yang menghabiskan daya, lalu memberi waktu beberapa hari sambil memantau polanya.
Cara Memeriksa Baterai HP Kamu Setelah One UI 9
Sebelum panik atau buru-buru ke pusat servis, ada beberapa pemeriksaan sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri. Langkah-langkah ini juga berguna untuk membedakan apakah borosnya baterai berasal dari satu aplikasi, dari sinyal, dari setelan, atau memang dari pola pemakaian yang berubah tanpa kamu sadari.
Pertama, restart HP kamu. Cara ini terdengar sepele, tapi restart bisa menghentikan proses yang nyangkut setelah pembaruan. Kalau baterai membaik setelah restart, kemungkinan masalahnya memang proses sementara, bukan kerusakan permanen.
Kedua, cek pemakaian baterai per aplikasi lewat menu Pengaturan, lalu Baterai. Lihat aplikasi mana yang paling banyak menghabiskan daya, terutama aplikasi yang jarang kamu buka tapi persentasenya tinggi. Aplikasi yang sering berjalan di latar belakang atau terus memakai lokasi bisa menjadi biang masalah yang mudah diperbaiki dengan membatasi aktivitas latar belakangnya.
Ketiga, perhatikan kondisi sinyal. Di area dengan sinyal lemah, HP bekerja lebih keras untuk mempertahankan koneksi, dan itu bisa menguras baterai dengan cepat meski layar tidak sering menyala. Kalau penurunan hanya terasa di lokasi tertentu, sinyal patut dicurigai sebelum menyalahkan pembaruan.
Keempat, periksa Modes and Routines, yaitu fitur otomatisasi Samsung yang bisa mengubah setelan HP berdasarkan waktu, lokasi, atau aktivitas. Rutinitas yang tidak kamu sadari, misalnya yang menjaga layar tetap cerah atau mencegah HP masuk ke mode hemat daya, bisa membuat konsumsi daya naik. Nonaktifkan sementara rutinitas yang mencurigakan, lalu pantau apakah baterai membaik.
Kelima, beri waktu untuk masa optimasi pasca-update. Setelah pembaruan besar, wajar kalau beberapa hari pertama baterai terasa lebih boros karena sistem masih beradaptasi. Kalau setelah beberapa hari dan setelah memeriksa aplikasi baterai tetap turun sangat cepat, barulah keluhan kamu layak diteruskan ke dukungan Samsung dengan bukti yang jelas.
Supaya pemantauan kamu lebih akurat, catat pola pemakaiannya: jam berapa HP diisi penuh, berapa lama layar menyala, dan aplikasi apa yang paling boros. Catatan seperti ini membantu teknisi memahami masalah kamu dan membantu kamu melihat perbaikan dari hari ke hari. Kalau HP juga terasa panas, panduan cara mengatasi HP Android yang cepat panas bisa kamu jadikan rujukan tambahan.
Jadi, kabar soal One UI 9 ini sebaiknya kamu sikapi dengan tenang dan terukur: ada laporan yang nyata dan patut diperhatikan, tapi belum ada bukti bahwa One UI 9 punya cacat luas, dan Samsung pun belum mengumumkannya sebagai masalah resmi. Periksa dulu HP kamu langkah demi langkah, beri waktu untuk optimasi, dan kalau masalahnya tetap parah, laporkan dengan data pemakaian baterai yang lengkap agar penanganannya tidak sekadar tebak-tebakan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.